Urolithiasis (Batu Saluran Kemih) – Genitourinary

Direktori Penyakit, Genitourinary, U sampai Z

{tab=Ikhtisar}Definisi
Batu saluran kemih adalah terbentuknya batu ( kalkulus ) pada sistem penyalur urine. Berdasarkan tempatnya batu saluran kemih dapat dibagi menjadi batu ginjal dan batu kandung kemih. Lokasi batu ginjal khas dijumpai pada kaliks dan pelvis, dan bila akan keluar dapat terhenti pada ureter atau kandung kemih.

Epidemiologi
Penyakit batu saluran kemih pada negara-negara maju banyak dijumpai pada saluran kemih bagian atas, sedangkan pada Negara-negara berkembang banyak dijumpai pada kandung kemih.Hal ini disebabkan oleh perkembangan ekonomi serta peningkatan pengrluaran biaya untuk kebutuhan makanan perkapita.

Etiologi
Berdasarkan epidemiologisnya terdapat beberapa faktor yang mempermudah seseorang terkena batu saluran kemih. Faktor-faktor itu adalah faktor ekstrinsik ( dari lingkungan sekitar ) dan faktor instrinsik ( dari dalam tubuh )
Faktor ekstinsik
1.Geografi
2.Iklim dan tempratur
3.Asupan air : kurangnya asupan airdan tingginya kadar mineral kalsium pada air yang dikonsumsi.
4.Diet : diet banyak purin, oksalat, dan kalsium
5.Pekerjaan : penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaannnya banyak duduk atau kurang sedentary life.
Faktor instrinsik
1.Hereditair
2.Umur : faktor resiko besar pada usia 30-50 tahun
3.Jenis kelamin : jumlah pasien laki-laki lebih banyak dari perempuan
4.Kelainan metabolik
5.Infeksi saluran kemih

Patogenesis
Batu terdiri atas kristal-kristal yang tersusun oleh bahan-bahan organik maupun anorganik yang terlarut dalam urine. Kristal-kristal tersebut tetap dalam keadaan metastable ( tetap larut) jika tidak ada keadaan- keadaan tertentu yang menyebabkan presipitasi Kristal. Namun pada keadaan tertentu dimana terjadi pengurangan inhibitor pembentuk batu yaitu magnesium dan sitrat dan pertambahan reaktan maka dapat terjadi presipitasi Kristal ( kristalisasi ). Kristal yang saling berpresipitasi akan membentuk inti batu ( nukleasi) yang kemudian mengadakan agregasi dan menarik bahan-bahan lain untuk membentuk kristal yang lebih besar. Selanjutnya agregasi dari kristal tersebut menempel pada epitel saluran kemih ( retensi kristal) dan dari sini bahan- bahan lain diendapkan pada agregat itu sehingga membentuk batu yang cukup besar untuk menyumbat saluran kemih.

Prevalensi berbagai tipe batu ginjal

Patogenesis pembentukan batu-batu diatas hampir sama, tetapi suasana di dalam saluran kemih yang memungkinkan terbentuknya jenis batu itu tidak sama, misalnya asam urat yang mudah terbentuk dalam suasana asam sedangkan magnesium ammonium fosfat mudah terbentuk dalam suasana basa.

Patofisiologi

Faktor penyebab batu
1.Batu kalsium (70-80 % dari semua jenis batu)
•Hiperkalsiuri
Yaitu kadar kalsium didalam urine lebih besar dari 250-300 mg/24 jam. Dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu:
-Hiperkalsiuri absorbtif : terjadi karena peningkatan absorbs kalsium melalui usus.
-Hiperkalsiuri renal : terjadi karena adanya gangguan kemampuan reabsorbsi kalsium melalui tubulus ginjal.
-Hiperkalsiuri resorptif : terjadi karena adanya peningkatan resorpsi kalsium tulang ( banyak terjadi pada hiperparatiroidisme primer atau tumor paratiroid).
•Hiperoksaluria
Eksresi oksalat urine yang melebihi 45 gram perhari. Peningkatan absorbsi oksalat disebabkan oleh pengikatan kalsium bebas dengan asam lemak pada lumen intestinal dan peningkatan permeabilitas kolon terhadap oksalat. Biasanya dapat dijumpai pada pasien yang menjalani pembedahan usus dan pasien yang banyak mengkonsumsi makanan yang kaya oksalat.
Sumber oksalat : teh, kopi instan, minuman soft drink, kokoa, arbei, jeruk siturn, dan sayuran bewarna hijau terutama bayam.
•Hiperurikosuria
Kadar asam urat didalam urine melebihi 850 mg/ 24 jam. Asam urat bertindak sebagai nidus untuk presipitasi kalsium oksalat atau kalsium fosfat.
•Hiporsitraturia
Sitrat pada lumen tubulus akan mengikat kalsium membentuk larutan kompleks yang tidak terdisiosiasi, sehingga kalsium bebas yang mengikat oksalat berkurang. Jika sitrat berkurang maka terjadi penurunan eksresi inhibitor pembentukan kristal pada saluran kemih.
•Penurunan jumlah air yang diminum
Dapat menimbulkan batu karena peningkatan reaktan dan penurunan aliran kemih.
•Hipomagnesuria
Seperti halnya sitrat, penurunan kadar magnesium dapat memperbesar timbulnya batu. Magnesium merupakan inhibitor terbentuknya batu Karena bereaksi dengan oksalat menjadi magnesium oksalat sehingga mencegah ikatan antara kalsium dengan oksalat.

2.Batu struvit
Batu ini disebabkan oleh adanya infeksi pada saluran kemih. Kuman penyebab infeksi seperti Proteus spp, Klebsella, Serratia, Enterobakter, Pseudomonas, dan Stafilokokus adalah golongan kuman pemecah urea yang dapat menghasilkan enzim urease dan merubah urine menjadi amoniak. Suasana basa ini menyebabkan garam-garam magnesium, ammonium, fosfat, dan karbonat membentuk magnesium ammonium fosfat (MAP).

3.Batu asam urat
Penyakit batu asam urat banyak diderita oleh pasien-pasien penyakit gout, penyakit mieloproliferative, terapi antikanker, dan penggunaan obat sulfinpirazone, thiazide, dan salisilat. Kegemukan, peminum alcohol dan diet tinggi protein merupakan faktor resiko terkenanya penyakit ini.

{tab=Gejala & Tanda}Keluhan yang paling dirasakan pasien adalah nyeri pinggang. Nyeri dapat berupa kolik dan non kolik. Nyeri kolik terjadi karena ada aktivitas perstaltik otot polos system kalises ataupun ureter meningkat dalam usaha untuk mengeluarkan batu dari saluran kemih. Sedangkan nyeri non kolik adalah nyeri yang terjadi akibat peregangan kapsul ginjal karena terjadi hidronefrosis atau infeksi pada ginjal. Batu yang terletak disebelah distal ureter dirasakan oleh pasien sebagai nyeri pada saat kencing atau sering kencing. Hematuria sering sekali dikeluhkan oleh pasien akibat trauma pada mukosa saluran kemih yang disebabkan oleh batu. Jika terdapat demam harus dicurigai suatu urosepsis dan merupakan kedaruratan di bidang urologi.

{tab=Diagnosis}1.Menanyakan riwayat penyakit batu (jenis kelamin, usia, pekerjaaan, hubungan keadaan penyakit, infeksi dan penggunaan obat-obatan).
2.Gambaran batu saluran kemih .
3.Pemeriksaan fisis mungkin didapatkan nyeri ketok pada daerah kosto-vetebra, teraba ginjal pada sisi nsakit akibat hidronefrosis, terlihat tanda-tanda ginjal, retensi urine, dan jika infeksi disapatkan demam.

[+] Ultrasonografi
-Dapat menunjukan ukuran, bentuk, dan posisi batu.
-Digunakan pada wanita hamil .
-Dapat diketahui adanya batu radiolusen dan dilatasi system kolektikus.

[+]Pemeriksaan radiografi
-Dapat menunjukan ukuran, bentuk, dan posisi.
-Membedakan batu kalsifikasi.
-Densitas tinggi ( kalsium oksalat, dan kalsium fosfat) , sedangkan batu densitas rendah ( struvite, sistin atau campuran keduanya).
-Indikasi dilakukan uji kualitatif sistin pasa pasien muda.
Kelemahan alat ini adalah : tidak dapat menentukan batu radiolusen, batu kecil, dan batu yang tertutup bayangan struktur tulang.

[+]Urogram
-Deteksi batu radiolusen
-Menunjukan lokasi batu dalam system kolektivus
-Menunjukan kelainan anatomis

[+]Pemeriksaan secara biokimiawi
-Penampungan air kemih 24 jam .
-Pengurangan pH air kemih.
-Penampungan air kemih dengan bahan pengawet 10 mL 5% dalam isopropanol untuk 2L atau 15 mL hcl 6 N.
-Pemeriksaan serum.
-Mengikuti protocol diet.

[+]Pemeriksaan secara kimia
•Asam urat
Gerusan batu + 1 tetes larutan Na2CO3 + 2 tetes reagen asam urat (fosfowolfromat). Perbahan menjadi warna biru menandakan (+).
•Fosfat
Gerusan batu + 4-5 tetes larutan ammoniummobilat + dipanasi. Timbulnya endapan kuning menunjukan reaksi (+)
•Oxalate
Goresan batu + HCL 100% + MnO2. Terlepasnya gas menunjukan reaksi (+).
•Cystine
Gerusan batu + 1 tetes ammoniumhidroxida + 1 tetes naCN 5% + tunggu 5 menit + larutan nitropurisida 5%. Jika timbul warna merah maka reaksi (+)
•Calcium
Filtrate + NaOH 20% terjadi presipitasi putih menunjukan adanya calcium.
•Magnesium
Goresan batu + NaOH 20 % + reagen magnesium. Adanya perubahan warna reagen yang semula merah menjadi biru menunjukan reaksi (+).
•Ammonium
Filtrate + NaOH 20% + reagen nessler . jika presipitat kuning maka reaksi (+).

[+]Pemeriksaan sedimen urine ( leukosituria, hematuria, dan larutan-larutan pembentuk batu).

[+]Kultur urine

{tab=Penatalaksanaan}Batu yang sudah menimbulkan masalah pada saluran kemih harus dikeluarkan secepatnya agar tidak timbul penyulit yang lebih berat. Indikasi untuk melakukan tindakan pada batu saluran kemih adalah jika batu telah menimbulkan obstruksi, infeksi, dan harus diambil karena suatu indikasi social. Batu dapat dikeluarkan dengan cara medikamentosa, dipecahkan melalui ESWL, dan melalui tindakan endourologi, bedah laparoskopi, dan bedah terbuka.

•Medikamentosa
Terapi medikamentosa digunakan pada pasien dengan batu yang kurang dari 5 cm, karena diharapkan batu keluar secara spontan. Terapi ini bertujuan untuk mengurangu nyeri dan melancarkan aliran urin dengan pemberian diuretic dan minum banyak air.

•ESWL ( extracorporeal shockwave lithotripsy)
Alat ini dapat memecahkan batu ginjal, batu ureter proximal tanpa melalui tindakan yang invasive dan tanpa pembiusan. Batu dipecah menjadi fragmen-fragmen kecil sehingga mudah dikeluarkan melalui saluran kemih.

•Endrourologi
Tindakan invasive minimal untuk mengeluarkan batu saluran kemih yang terdiri atas pemecahan batu dan kemudian mengeluarkannya dari saluran kemih melalui alat yang langsung masukan ke dalam saluran kemih. Beberapa alat endourologi adalah PNL (Percutaneous Nepro Litholapaxy), litotripsi, ureteoskopi, dan ekstraksi dormian.

•Bedah laparoskopi

•Bedah terbuka
Pada klinik-klinik yang belum mempunyai fasiitas memadai untuk tindaka endrourologi, ESWL, maupun laparoskopi dapat dilakukan ditankan bedah terbuka. Pembedahan terbuka itu antara lain : pielotitomi atau nefrolitotomiuntuk mengambil batu pada saluran ginjal dan ureterolitomi untuk batu di ureter.

{tab=Referensi}1.Dasar –dasar urologi ( Basuki B Purnomo)
2.Smith’s General urologi
3.Ilmu Penyakit dalam UI
4.Patofisiologi kedokteran ( Sylvia Anderson Price)
5.Buku ajar patologi Robbins
6.Penuntun laboratorium klinik (R. Gandra Soebrata)

{/tabs}


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Spam Protection by WP-SpamFree