Ikhtisar

Efusi Pleura adalah terkumpulnya cairan abnormal dalam ruang pleura, bisa disebabkan karena produksi cairan pleura yang berlebihan, berkurangnya absorbsi cairan pleura atau keduanya. Efusi Pleura merupakan manifestasi penyakit tersering ditemui pada penyakit – penyakit pleura.

Anatomi
Pleura adalah membran serosa yang tipis, terdiri dari dua lapisan yakni lapisan visceralis dan lapisan parietalis. Kedua lapisan ini bersatu di daerah hilus dan arteri dan mengadakan penetrasi dengan cabang utama bronkus,arteri dan vena bronkialis, serabut saraf dan pembuluh limfe. Diantara kedua lapisan ini terdapat rongga sempit dinamakan pleura space, dimana rongga sempit ini berisi cairan pleura yang sangat sedikit (seperti lapisan film) dan memisahkan lapisan viseralis dan parietalis. Cairan pleura mempunyai 2 peranan penting, pertama, cairan ini akan mempertahankan lapisan parietalis dan viseralis tetap berdekatan dan kedua, cairan yang sedikit ini (0,13 ml/kgBB) berfungdi sebagai lumbrikan atau pelumas sehingga memudahkan pergerakan lapisan pleura pada saar proses respirasi.

Lapisan parietalis menutupi mediastinum,diafragma dan juga rib cage sementara lapisan viseralis berinvaginasi mengikuti fisura yang membagi lobus paru dan sensitif terhadap rasa sakit, berbeda halnya dengan lapisan parietalis yang tidak dapat merasakan rasa sakit.

Etiologi
• Perubahan permeabilitas membran pleura ( keganasan,inflamasi, emboli paru)
• Berkurangnya tekanan onkotik/osmotik plasma (hipoalbuminemia,sirosis)
• Meningkatnya tekanan hidrostatik kapiler sistemik (gagal jantung kongestif, superior vena cava syndrom,perikarditis)
• Berkurangnya drainase limfatik (keganasan, trauma)
• Pergerakan cairan dari edem paru melewati lapisan pleura viseralis
• Meningkatnya cairan peritoneal

Jenis cairan pada Efusi Pleura
Cairan pada efusi pleura dapat berupa cairan transudat maupun eksudat. Untuk dapat membedakannya dapat digunakan kriteria Light,yaitu :
Cairan efusi dikatakan transudat jika memenuhi dua dari tiga kriteria :
• Rasio kadar protein cairan efusi pleura/kadar protein serum < 0,5
• Rasio kadar LDH cairan efusi pleura/kadar LDH serum • Kadar LDH cairan efusi pleura < 2/3 batas atas nilai normal kadar LDH serum

Jika angka tersebut terlampaui, efusi pleura dikatan eksudat.
Secara kasar efusi pleura dapat dikatakna transudat jika kadar proteinnya 3 gram/100 ml dan berat jenisnya > 0,016.

Patofisiologi
Terjadinya efusi pleura tergantung pada keseimbangan antara cairan dan proten di dalam rongga pleura, Dalam keadaan normal, cairan pleura dibantuk secara lambat sebagai filtrasi melalui pembuluh darah kapiler, filtrasi ini terjadi karena perbedaan tekanan onkotik kapiler dengan jaringan interstisial submesotelial, kemudian melalui sel mesotelial masuk ke dalam rongga pleura. Selain itu cairan pleura dapat melalui pembuluh sekitar pleura.

Efusi Pleura dapat berupa transudat atau eksudat. Transudat terjadi pada peningkatan tekanan vena pulmonalis, misalnya gagal jantung kongestif,emboli paru, sirosis hati sehingga menyebabkan pengeluaran cairan dari pembuluh darah ke rongga pleura. Transudasi juga terjadi pada hipoprotenemia seperti pada penyakit hati ataupun ginjal. Penimbunan transudat dalam rongga pleura ini disebut hidrotoraks. Cairan yang tertimbun sering berada di bagian bawah karena dipengaruhi oleh gaya gravitasi.

Efusi Pleura yang jenis cairannya merupakan eksudat dinamakan efusi pleura eksudatif. Eksudat terjadi karena adanya proses peradangan atau infiltrasi pada pleura atau jaringan yang berdekatan dengan pleura. Pada kasus ini terjadi kerusakan pada dinding kapiler atau terjadi peningkatan permeabilitas kapiler darah sehingga cairan kaya protein dari kapiler masuk ke rongga pleura. Bendungan pada pembuluh limfa juga dapat menyebabkan efusi pleura eksudatif

Penyebab efusi pleura eksudatif antara lain, infeksi,penyakit jaringan ikat,penyakit intrabadominal, dan imunologik.

Exudative

Transudative

Tuberculosis

Tumor

Pneumonia

Trauma

Collagen disease

Asbestosis

Uremia

Congestive heart

Nephrotic syndrome

Cirrhosis hepatis

Meig’s syndrome

Hydronephrosis

Peritoneal dialysis

 

Gejala & Tanda

Gejala yang sering muncul pada efusi pleura antara lain :

• Dispneu
Merupakan gejala yang paling sering dialami penderita, lebih berhubungan dengan distorsi dari diafragma dan dinding dada pada saat bernafas dibanding kepada hipoksemia.

• Batuk
Batuk pada kebanyakan pasien merupakan batuk ringan dan nonproduktif.Gejala lain yang muncul dapat mengarahkan pada etiologi efusi pleura, misalnya batuk yang berat disertai sputum yang purulent atau berdarah mengarah pada adanya pneumonia atau endobronkial lesion.

• Nyeri Dada
Nyeri dada bisa ringan maupun berat. Bernafas dalam akan menyebabkan nyeri yang berat. Nyeri bisa terlokalisasi pada dinding dada ataupun menjalar (refrerred pain) ke bahu, abdomen atas biasanya karena pergerakan diafragma.

 

Diagnosis

Diagnosis:
• Anamnesis : adanya keluhan dispneu, nyeri dada dan batuk
• Pemeriksaan Fisik
• Pemeriksaan Laboratorium
• Pemeriksaan Radiologi
Pemeriksaan Fisik

Penemuan tanda tanda fisik pada efusi pleura bervariasi tergantung pada volume cairan.Umumnya, tidak ada ditemuai tanda efusi bila volumenya masih kurang dari 300 ml. Tanda tanda fisik yang ditemui antara lain :
• Bunyi beda pada perkusi, normalnya adalah sonor
• Berkurangnya taktil fremitus
• Pergerakan diding dada asimetris
• Suara nafas bisa tidak terdengar
• Adanya pleural friction rub, yaitu bunyi gesekan antara kedua lapisan pleura
• Terjadi egofoni
• Pelebaran sega iga
• Edem periferal, mengindikasikan karena gagal jantung kongestif.
Bunyi beda pada perkusi, menurunnya taktil fremitus, dan pergerakan dinding dada asimetris lebih dipercaya sebagai tanda fisik pada efusi pleura. Jika cairan pleura melebihi 2000 ml, cairan ini dapat menyebabkan seluruh paru menjdai kolaps kecuali bagian apeks.

Pemeriksaan Laboratorium
Torakosentesis
Torakosentesis atau aspirasi cairan pleura berguna sebagai sarana untuk diagnostik maupun terapetik. Aspirasi dilakukan pada pasien dengan posisi duduk. Aspirasi dilakukan pada bagian bawah paru sela iga aksilaris posterior dengan jarum abbocath nomor 14 atau 16. Pengeluaran cairan sebaiknya jangan lebih dari 1000-1500 cc setiap kali aspirasi. Untuk menegakkan diagnosa efusi pleura dilakukan pemeriksaan :
• Warna cairan
Bila merah mungkin karena trauma,infark paru, keganasan. Bila kuning kehijauan dan purulent makan kemungkinan adanya empiema, bila merah coklat menunjukkan adanya abses.
• Biokimia
Diperiksa kadar pH, glukosa,amilase,berat jenis, kadar protein, kadar LDH untuk dapat membedakan transudat atau eksudat(lih. Kriteria Light)
• Sitologi
Sel neutrofil : infeksi akut
Sel limfosit : adanya infeksi kronik,limfoma maligna
Sel mesotel maligna : pada mesotelioma
Sel LE : pada SLE
Sel maligna : pada paru/metastasis
Sel besar dengan banyak inti : pada RA
• Bakteriologi
Biasanya cairan pleua steril, tetapi kadang kadang dapat mengandung mikroorganisme. Cairan yang purulen bisa disebabkan bakteri aerob ayau anaerob. Biasanya E.coli, Klebsiella, pseudomonas,enterobacter,pneumokokus, dll.
Biopsi Pleura dapat dilakukan untuk melihat gambara histopatologi dari lapisan pleura.

Pemeriksaan Radiologi
Akan terdapat kelainan foto rontgen PA biala akumulasi cairan telah melebihi 300 ml. Cairan awalnya berkumpul pada dasar paru, Jika cairan terus bertambah cairan akan menuju sinus kostofrenikus posterior dan lateral akhirnya ke anterior. Diafragma dan sinus kostofrenikus akan tidak terlihat jika cairan mencapai 1000 ml. Jika pada foto PA tidak jelas, lalukan foto dengan lateral dekubitus.

foto rontgen PA pada efusi pleura

 

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan :
• Drainase cairan jika efusi pleura menimbulkan gejala subjektif seperti nyeri,dispneu, dll. Cairan efusi sebanyak 1-1,5 liter perlu segera dikeluarkan untuk mencegah edem paru. Pengeluaran dilakukan 1 jam kemudian jika jumlah cairan banyak.
• Antibiotik jika terdapat empiema
• Pleurodesis
• Operatif.

 

Foto



efusi pleura

 

Referensi


eMedicine. Pleura Efusion
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Penyakit-penyakit Pleura
Respiratory Medicine.Efusi Pleura
Patofisiologi Price & Wilson. Efusi Pleura

 
 

Kata kunci yang merujuk pada halaman ini:
gambaran rontgent efusi pleura, gambaran radiologi efusi pleura, yang memproduksi cairan pleura, efusi pleura adalah, efusi transudat

Share on Facebook: Share