synapseDi dalam tubuh kita, ada banyak sekali impuls yang dihantarkan. Impuls-impuls tersebut ditransfer dari satu neuron ke neuron yang lainnya. Setiap neuron berhubungan dengan beribu neuron lain. Dan di dalam tubuh kita ini ada sekitar 100 miliar neuron. Bayangkan ada berapa impuls yang dihantarkan dalam tubuhmu dalam waktu 1 detik?

Dalam buku Histologi Junqueira satu impuls hanya butuh sekitar 5 milisekon untuk melalui satu sel saraf. Atau dari sumber lain, dibutuhkan waktu sepersekian detik untuk memicu potensial aksi pada satu neuron. Mulai dari depolarisasi hingga repolarisasi.
Yang akan dibahas dalam tulisan kita ini adalah mekanisme penghantaran impuls dari satu neuron ke neuron lain, atau istilah lainnya penghantaran impuls melalui sinapsis.
sinapsis merupakan titik pertemuan antar neuron atau istilah awamnya penghubung antara satu neuron dengan neuron lainnya.

Dalam mekanisme penghantaran impuls ini ada dua istilah lagi yang perlu kamu ketahui. Yaitu prasinapsis dan postsinapsis (atau bisa juga disebut pascasinapsis). Prasinapsis adalah akson dari neuron “sebelumnya” sedangkan postsinapsis adalah dendrit dari neuron “berikutnya.”

Logikanya begini, impuls yang diterima dendrit diteruskan melalui badan sel dan diteruskan lagi ke bagian akson. Akson akan menghantarkan impuls ke neuron berikutnya. Neuron tersebut (neuron berikutnya) memanfaatkan dendritnya untuk menerima impuls, kemudian meneruskan impuls ke badan sel lalu ke akson, hingga akson pun siap untuk mengirimkan impuls ke neuron berikutnya.

Perhatikan gambar berikut
image002

Tapi tidak semudah itu sebenarnya. Ada proses yang terjadi saat pengiriman impuls dari terminal akson (prasinaps) menuju dendrit neuron berikutnya (postsinapsis).

Saya harap kamu sudah mengerti apa yang dimaksud dengan prasinapsis ataupun postsinapsis.

Lalu dimana sebenarnya sinapsis itu berada? Sebenarnya sinaps itu tidak berada tepat di antara prasinaps dan postsinaps, melainkan di prasinaps. Karena di antara dua neuron yang terlibat ini terdapat celah yang kita sebut celah sinapsis.

Di ujung prasinapsis, tepatnya di terminal akson, terdapat semacam tonjolan yang disebut tonjolan sinapsis. Di dalamnya ada vesikel sinaps dengan neurotransmitter beserta jumlah mitokondria sebagai pemasok energi.

Saat impuls ditransmisikan, neurotransmitter dilepaskan secara eksositosis. Neurotransmitter ini berdifusi menyeberangi celah sinaps sampai ke postsinapsis. Di postsinapsis atau dendrit neuron berikutnya, neurotransmitter akan berikatan dengan reseptor yang tepat.

Setelah itu neurotransmitter ditarik kembali secara endositosis untuk didaurulang.

Ingat! Neurotransmitter yang dikeluarkan hanya satu jenis. Suatu neuron yang melepaskan asetilkolin (salah satu jenis neurotransmitter yang ada di seluruh tubuh) hanya bisa melepaskan asetilkolin seterusnya. Neuron tidak bisa melepaskan serotonin atau dopamin atau neurotransmitter lainnya. (Serotonin dan dopamin juga termasuk jenis neurotransmitter yang ada di otak).

Ada satu hal lagi yang perlu kamu ketahui. Sinapsis sebenarnya ada 2 jenis yaitu sinapsis kimia dan sinapsis listrik.  Yang paling sering terjadi adalah sinapsis kimia dan sinapsis jenis inilah yang sedangkan kita bahas di tulisan ini. Sedangkan pada sinapsis listrik, sinyal/impuls disampaikan secara langsung dari prasinapsis ke postsinapsis melalui gap junction.

By: Samuel Pola Karta
Kata kunci yang merujuk pada halaman ini:
sinaps, bentuk sinap, bentuk sinaps

Share on Facebook: Share