colin-ross-cancer_1012176cMungkin anda pernah mendengar kakek atau nenek anda atau juga orang tua anda menderita mieloma multipel. Umumnya mereka sering mengeluhkan punggung mereka yang terasa nyeri, badan mereka yang lemas atau keluhan sering mengalami perdarahan atau keluhan lain. Penyakit ini sering diderita oleh orang tua. Namun apakah anda tahu apa sebenarnya mieloma multipe itu? Satu hal yang perlu anda ketahui adalah “tak satupun orang tahu apa yang akan kita alami jika tua nanti”.

APA ITU MIELOMA MULTIPEL SEBENARNYA?
Mieloma multipel (MM) merupakan gamopati monoklonal akibat keganasan sel plasma dalam sumsum tulang yang menghasilkan protein abnormal dalam plasma atau urin. Tumbuh tumor pada sumsum tulang yang menyebabkan banyak antibodi abnormal yang dihasilkan. Endapan pecahan antibodi biasanya akan menumpuk pada organ-organ (salah satu contohnya ginjal) membentuk amyloidosis. Sedangkan apabila endapan antibodi ini ditemukan pada air kemih biasa disebut protein Bence-Jones.

Sebagian besar penderita MM merupakan orang tua yang berumur sekitar 50 – 70 tahun (jarang dibawah 40 tahun) dengan insiden sekitar 3 dari 100.000 penduduk.

APA SAJA YANG MENJADI TANDA DAN GEJALA PENYAKIT MIELOMA MULTIPEL?
Tanda dan gejala yang biasa ditemui pada penderita MM antara lain:
-nyeri tulang terutama didaerah punggung.
-anemia (kurang sel darah merah). Kurangnya sel darah merah menyebabkan lesu, lemah, pucat dan sesak napas.
-terkadang ditemukan perdarahan
-gagal ginjal
-gangguan penglihatan
-kesadaran menurun

Tidak sedikit juga penderitanya yang asimtomatik (tanpa gejala atau tanpa keluhan) yang dijumpai secara kebetulan saat pemeriksaan.

APA YANG MENYEBABKAN PENYAKIT INI TERJADI?

Ada banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan multipel mieloma. Misalnya
-pelepasan sel mieloma mengakibatkan penumpukan amiloid
-peningkatan osteoclast activating factor menyebabkan gejala nyeri tulang dan penekanan saraf
-gangguan produksi antibodi menyebabkan penderita mudah terkena infeksi
-tingginya kalsium dalam darah mengakibatkan gejala anorexia, mual, muntah, konstipasi, poliuria dan gangguan kesadaran.
Radiasi pun bisa menyebabkan mieloma multipel. Misalnya radiasi bom nagasaki. Diduga dari 109.000 warga yang selama, 29 tewas akibat penyakit mieloma multipel.

Dalam kasus mieloma multipel, dikenal istilah Monoclonal Gammophaty of Unknown Significance (MGUS). Sekitar 19% pasien dengan MGUS dapat berkembang menjadi mieloma multipel.

TERAPI APA YANG TEPAT UNTUK MIELOMA MULTIPEL?
Menurut jurnal terbaru (Juni 2010) dari http://www.emedicine.com, terapi yang dapat dilakukan adalah transplantasi, radiasi dan terapi pembedahan. Transplantasi biasa dilakukan pada penderita yang tingkat keparahan penyakitnya masih rendah.

Sementara terapi lain seperti radiasi diberikan untuk mengobati penekanan sumsum tulang. Selain itu rasa nyeri yang terasa di daerah punggung akan berangsur berkurang berkat terapi ini.

Dokter juga sering memberikan kemoterapi pada penderita MM. Regimen yang sering diberikan antara lain MP (Melphalan, Prednison) atau VAD (Vincristine, Adryamycine dan dexamethasone). Namun, kemoterapi tidak sepenuhnya (100%) berhasil membunuh sel mieloma.

Obat analgetik (pereda nyeri) pun dapat diberikan untuk mengurangi rasa nyeri tulang pada daerah punggung. Dan memang salah satu tujuan dari terapi Mieloma Multipel adalah mengurangi rasa nyeri yang dirasakan penderita.

APA SAJA KOMPLIKASI DARI MIELOMA MULTIPEL?
Komplikasi mieloma multipel meliputi:
-anemia
-rentan terhadap infeksi
-gagal ginjal
-amyloidosis (penumpukan amiloid pada organ atau jaringan). Ini merupakan salah satu penyebab gagal ginjal pada pasien MM.

APA SAJA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH MIELOMA MULTIPEL?
Dalam kasus mieloma multipel, pencegahan sebenarnya tidak mungkin dilakukan, sebab para ilmuwan sendiri pun belum dapat memastikan penyebab utama mieloma multipel secara tepat. Namun, walaupun demikian faktor risiko dapat dihindari maupun dicegah.

Faktor risiko merupakan segala hal yang dapat meningkatkan peluang dideritanya suatu penyakit. Nah, salah satu contoh yang termasuk faktor risiko multipel mieloma adalah paparan radiasi. Menurut para ilmuwan obesitas dan pestisida berperan besar dalam menyebabkan mieloma multipel walaupun tidak termasuk faktor risikonya.

SUMBER REFERENSI:
? Bakta, I Made, Prof. Dr. “Hematologi Klinik Ringkas”. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 2006: 220 – 229.
? Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. “Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam”. Penerbitan IPD FKUI Pusat. Jakarta. 2007: 627 – 633.
?Greithlein, Sara J. (June 2010). “Multiple Myeloma”. http://www.emedicine.com
?http://www.emedtv.com

Samuel Pola Karta Sembiring
FK Universitas Sumatera Utara, 090100043
Karta_morphic@yahoo.co.id
http://www.morphostlab.com