Mungkin anda semua sudah tahu, bahwa hampir semua orang tentunya menginginkan berat badan yang ideal. Bukan kurus dan gemuk. Namanya juga ideal! Akan tetapi tidak sedikit juga yang gagal mencapai poin optimal berat badannya.

Berikut akan saya jelaskan hal-hal yang mungkin kamu belum ketahui seputar berat badan optimal, lemak dan olahraga yang tepat untuk membakar lemak sekaligus mengoptimalkan berat badan!

Apa Tanda Berat Badan yang Sudah Optimal?
Dari penglihatan kita saja, sebenarnya kita sudah bisa membedakan mana yang gemuk, kurus ataupun ideal. Tapi ada rumusnya. IMT (indeks Massa Tubuh) atau BMI (Body Mass Index). Rumusnya berat badan (Kg) dibagi dengan hasil kuadrat tinggi badan (dalam meter kuadrat). Untuk orang Indonesia disebut normal jika hasilnya 18 – 23.

Orang Ideal Boleh Makan Makanan Berlemak kah?
Mungkin ada dugaan bahwa mereka yang sudah berberat badan optimal tidak boleh makan lemak lagi. Benarkah itu? Ternyata tidak. Mereka boleh makanan berlemak, namun ada batasannya!
Bagaimana mungkin mereka tidak makan lemak, toh lemak juga sumber energi lo!

Lemak ada dua jenis yaitu Lemak Baik (HDL) dan Lemak Jahat (LDL). Secara logika dari namanya kita sudah bisa ambil kesimpulan kita harus banyak mengonsumsi Lemak Baik dan sedikit mengonsumsi Lemak Jahat. Namun, yang jadi masalah adalah seberapa banyak dan seberapa sedikit? Ukuran dan batasannya sering jadi masalah.

Sebelum Makan Hitung Dulu Lemaknya!
Hampir tidak ada yang mau melakukan ini sebelum makan. Asal lihat makanan enak terhidang di depan mata, langsung disantap. Hanya orang-orang yang bekerja di bidang gizi saja lah yang mau memperhatikan makanannya. :D
Tapi memang ini sebenarnya perlu dilakukan. Ada batasan untuk Lemak Baik dan Lemak Jahat.

Untuk Lemak Baik, usahakan mengonsumsinya lebih dari 40 mg/dl. Makanan yang mengandung banyak Lemak Baik ini antara lain alpukat, ikan Salmon, minyak kacang kedelai dan lain-lain.
Sedangkan untuk Lemak Jahat, usahakan kurang dari 110 mg/dl. Hindari makanan-makanan seperti lemak hewan, mentega, keju, cream dan lainnya.

Nah, sekarang juga akan memberikan cara untuk menghitung lemak pada kemasan. Biasanya ada pada beberapa kemasan yang tidak mencantumkan persentase lemak-nya. Yang ada hanya gram dari lemak dan total kalori-nya. Kita tentunya tidak tahu apakah lemak dalam kemasan tersebut melebihi yang dianjurkan (30%) atau tidak. Jadi caranya seperti ini. Misalkan pada kemasan tertulis 6 gram lemak dan 150 kalori. Jadi gram lemak dikali dengan 30. Kira-kira hasilnya 6 x 30 = 180. Nah, ternyata hasilnya makanan dalam kemasan tersebut mempunyai lebih dari 30% kalorinya yang berasal dari lemak.
Awas! Hati-hati! :)

Olahraga apa yang paling efektif untuk membakar lemak?
Sebelum saya menjelaskan olahraga apa yang dianjurkan disini, kamu perlu tahu dulu energy apa yang dibutuhkan saat berolahraga. Saat kamu berolahraga, tubuh akan menggunakan cadangan gula (glukosa) yang ada dalam darah, sel hati dan otot. Bukan lemak yang pertama!

Olahraga yang bisa membakar lemak itu sangat banyak. Dan tidak perlu olahraga yang berat. Bahkan olahraga jogging, jalan santai ataupun berenang juga bisa. Yang terpenting disini adalah durasinya walaupun olahraga yang saya sebutkan tadi hanyalah jenis olahraga yang berintensitas rendah sampai sedang.

Saat 30 menit pertama, cadangan glukosa akan digunakan sebagai energi, namun sesudah 30 menit maka cadangan lemak lah yang akan digunakan.

Kenapa bukan olahraga yanga berintensitas tinggi dan berdurasi lama? Karena dengan olahraga yang demikian bukan lemak lah yang akan dibakar melainkan protein dalam otot.

Samuel Pola Karta Sembiring
FK USU 2009

Share on Facebook: Share