Siapa bilang penderita PJK harus beristirahat setiap saat? Atau tidak boleh terlalu banyak kegiatan? Seorang penderita PJK masih boleh beraktivitas setiap harinya kok, tapi tentunya harus dengan gaya hidup sehat yang tepat. Apalagi di masa liburan seperti ini, seorang penderita PJK bukan berarti tidak boleh berlibur atau menikmati banyak kegiatan. Justru sebenarnya mereka butuh berlibur walaupun mungkin cukup banyak kegiatan yang akan dilakukan. Bukankah berlibur adalah hak setiap orang?

Penyakit seperti apa PJK itu?
PJK atau Penyakit Jantung Koroner merupakan penyakit akibat menyempit atau tersumbatnya pembuluh darah arteri koroner di jantung. Arteri koroner ini berfungsi sebagai mengalirkan darah yang mengandung oksigen untuk mensuplai kebutuhan jantung akan oksigen. Jadi logikanya, jika arteri koroner ini terhambat maka jantung akan kekurangan oksigen.

Sederhananya, terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dengan kebutuhan jantung akan oksigen.

Penderita PJK biasanya mengalami rasa nyeri amat sangat di dada sebelah kiri. Rasa nyeri-nya bisa bermacam-macam. Bisa jadi seperti rasa tertusuk, terbakar, tersayat ataupun tertimpa benda berat. Nah, rasa nyeri ini terkadang bisa dirasakan seolah menyebar atau menjalar ke bagian tubuh lain seperti punggung, leher , lengan kiri ataupun rahang.

Rasa nyeri yang dirasakan oleh penderita PJK dinamakan angina pectoris. Ada tiga jenis angina pectoris, yaitu angina stabil, angina tak stabil dan angina varian. Angina stabil bila rasa nyeri timbul ketika beraktivitas berat, angina tak stabil jika rasa nyeri timbul baik saat istirahat maupun saat istirahat ringan sedangkan angina varian sedikit mirip dengan angina tak stabil yaitu rasa nyeri bisa terjadi saat istirahat. Bedanya pada angina tak stabil terjadi plak yang ruptur sehingga menghambat aliran darah, sementara pada angina varian hanya terjadi penyempitan pembuluh darah arteri koroner tanpa adanya gangguan yang signifikan pada pembuluh darah tersebut.

Mengapa Rasa Nyeri Dada Muncul Saat Beraktivitas?
Aktivitas fisik yang berlebih bisa mengakibatkan rasa nyeri yang luar biasa pada dada kiri penderita PJK. Mengapa bisa demikian? Nah, saat beraktivitas yang berlebih, jantung pun bekerja dengan keras untuk mengimbangi kebutuhan oksigen pada jaringan dan sel seluruh tubuh. Pada saat itu pula jantung yang sudah bekerja lebih keras dari biasanya, akhirnya membutuhkan asupan oksigen lebih banyak dari pembuluh darah arteri koroner. Jadi, seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi, terjadi ketidakseimbangan antara asupan dan kebutuhan oksigen pada jantung penderita PJK.

Lalu Bagaimana Seharusnya Penderita PJK beraktivitas?

Dengan perubahan gaya hidup dan juga pengobatan yang teratur, penderita PJK mampu mengontrol penyakitnya. Misalnya dengan diet sehat, mempertahankan berat badan optimal (bagi yang berberat badan lebih tentunya harus menurunkan berat badannya), berhenti merokok, olahraga ringan dan mampu memanajemen stress. Dan tidak lupa juga memeriksa angka gula darah, mengontrol tekanan darah, dan juga mengontrol kolesterol.

Penderita PJK juga mungkin membutuhkan seorang konselor (seorang tenaga kesehatan) agar perkembangan penyakitnya dapat dikontrol. Sekaligus juga si penderita PJK dapat menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti atau membicarakan tentang penyakitnya pada si konselor. Atau dengan kata lain, harus ada hubungan atau komunikasi yang reguler antara si penderita dan konselornya mengenai penyakit si penderita.

Adakah larangan makanan?
Salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner adalah diabetes atau penyakit gula. Nah, jadi penderita PJK dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung banyak sekali gula ataupun lemak. Hindari makanan-makanan seperti mie, daging hewan yang belemak, ataupun makanan berlemak lain. Kurangi juga mengonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gula.

Sebaliknya rajinlah mengonsumsi buah-buahan seperti alpukat ataupun sayur-sayuran hijau seperti bayam dan kangkung.