Salam setia morphostlab! Artikel gigi dan mulut kali ini akan membahas mengenai pengenalan penyakit pulpa dan jaringan periapikal serta rencana perawatan. Pulpa dan jaringan periapikal merupakan jaringan yang vital dalam gigi dan sekitar yang didalamnya terdapat persarafan, sel-sel hidup, odontoblast, serta pembuluh darah. Bila terjadi kelainan patologis pada pulpa dan periapikal maka akan menimbulkan nyeri dan bengkak.

Diagnosis dalam penyakit pulpa dan periapikal tidak boleh ditegakkan tanpa pemeriksaan. Diagnosis harus diuji dengan berbagai pemeriksaan dan test yaitu Pemeriksaan radiografi : melihat perubahan radiolusensi patologis, test vitalitas pulpa : thermal dengan (guta perca yang dipanaskan); dingin dengan (chlor etil/ es), test perkusi dengan (ujung sonde yang diketuk ke gigi), test palpasi dengan (pijatan tangan di daerah mukosa gingival sekitarnya).

Berikut ini adalah pengenalan diagnosis pulpa dan periapikal berdasarkan gejala, pemeriksaan radiografi, tes vitalitas pulpa (tes panas dan dingin), tes perkusi/palpasi, dan rencana perawatan:

Pulpa normal:
Gejala: tidak ada keluhan
Pemeriksaan Radiografi: normal
Tes vitalitas pulpa: memberi respon
Tes perkusi/palpasi: tidak ada reaksi saat perkusi/palpasi

Pulpitis reversible:
Gejala: menimbulkan gejala ringan terhadap stimulus
Pemeriksaan Radiografi: tidak ada perubahan periapikal
Tes vitalitas pulpa: member respon
Tes perkusi/palpasi: tidak ada reaksi saat perkusi/palpasi
Rencana Perawatan: melakukan pembuangan penyebab pulpitis kemudian diikuti dengan restorasi

Pulpitis irreversible:
Gejala: nyeri spontan atau parah terhadap suatu stimulus
Pemeriksaan Radiografi: tidak ada perubahan periapikal, kec: condensing osteoitis
Tes vitalitas pulpa: memberi respon (dengan nyeri yang ekstrem)
Tes perkusi/palpasi: kadang-kadang memberi respon sensitif/ tidak
Rencana Perawatan: pulpotomi, pulpektomi sebagian, bahkan pencabutan jika memungkinkan (bila tidak bisa dirawat lagi)

Nekrosis pulpa:
Gejala: tidak ada reaksi terhadap suatu stimulus
Pemeriksaan Radiografi: umumnya terdapat perubahan periapikal
Tes vitalitas pulpa: tidak memberi respon
Tes perkusi/palpasi: bergantung pada status kelainan periapikal
Rencana Perawatan: pembuangan jaringan nekrotik dan perawatan saluran akar

Periodontitis apikalis akut:
Gejala: nyeri signifikan pada tekanan
Pemeriksaan Radiografi: tidak ada perubahan periapikal yang berarti
Tes vitalitas pulpa: memberi respon/terkadang tidak (bergantung kepada keadaan pulpa)
Tes perkusi/palpasi: nyeri pada perkusi/palpasi
Rencana Perawatan: pembuangan jaringan pulpa yang terinflamasi dan nekrotik, cairan periapeks yang menyebabkan nyeri dikeluarkan atau dilepaskan melalui saluran akar yang dibuka.

Periodontitis apikalis kronis:
Gejala: tidak ada gejala/gejala ringan
Pemeriksaan Radiografi: radiolusensi apeks
Tes vitalitas pulpa: tidak memberi respon
Tes perkusi/palpasi: tidak ada reaksi sampai nyeri ringan saat perkusi/palpasi
Rencana Perawatan: perawatan sama seperti periodontitis apikalis akut

Abses apikalis akut:
Gejala: pembengkakan/nyeri signifikan
Pemeriksaan Radiografi: lesi yang radiolusen
Tes vitalitas pulpa: tidak memberi respon
Tes perkusi/palpasi: nyeri saat perkusi/palpasi
Rencana Perawatan: debridement (pembersihan) saluran akar kemudian drainase abses melalui gigi dan jaringan lunak (insisi)

Periodontitis apikalis supuratif (Abses apikalis kronis):
Gejala: tidak ada gejala nyeri/ pembengkakan (asimtomatik) namun ditemukan adanya sinus drainase/parulis
Pemeriksaan Radiografi: lesi yang radiolusen
Tes vitalitas pulpa: tidak memberi respon
Tes perkusi/palpasi: tidak ada reaksi saat perkusi/palpasi
Rencana Perawatan: debridement (pembersihan) saluran akar kemudian drainase saluran abses melalui gigi.

Setelah melihat perbedaan jenis penyakit pulpa dan periapikal ini, kita mendapat diagnosis yang hampir sama persis. Hal ini bisa kita masukkan ke dalam diagnosis banding. Untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam diagnosis, dokter harus memastikan keluhan utama pasien, mendapatkan informasi yang tepat mengenai riwayat umum dan gigi, melakukan pemeriksaan subjektif dan objektif, dan melakukan analisis dari data yang diperoleh.

Perlu diingat! Kesalahan diagnosis akan menyebabkan rencana perawatan gigi yang salah, membahayakan jiwa pasien dan menimbulkan ketidakpercayaan kepada dokter gigi.:)