Kurma (Phoenix dactylifera) merupakan salah satu buah yang memiliki kadar gula yang cukup tinggi. Kira-kira 50% sampai 60 % dari kandungan buahnya merupakan gula. Ini menjadi salah satu alasan mengapa kurma terkadang diandalkan sebagai sumber cadangan energi. Bahkan jika dibandingkan dengan buah yang lain, kurma merupakan buah yang paling banyak mengandung gula. Rata-rata buah lain biasanya hanya memiliki sekitar 20-30% gula dari kandungan buahnya.

Kurma merupakan buah asli yang tumbuh di Semenanjung Arab (Timur Tengah) dan Afrika Utara. Namun, telah dilaporkan bahwa kurma tidak hanya tumbuh di daerah beriklim panas melainkan di daerah tropis juga. Walaupun kurma di daerah tropis tidak sebaik kurma yang tumbuh di daerah beriklim panas.

Kurma memiliki sejuta manfaat yang beragam. Itu semua berkat kandungan yang ada dalam buah kurma. Kurma sering dikonsumsi saat bulan puasa sebagai hidangan pembuka. Alasannya karena kandungan gula yang dimiliki sangatlah tinggi, sehingga bisa dijadikan penyuplai energi yang sudah hilang saat berpuasa.
Menurut ahli gizi IPB, Dr Hardinsyah MS, Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB, buah kurma memiliki kandungan gizi yang hampir lengkap. Dia juga berpendapat kurma dapat memulihkan stamina saat berpuasa karena kandungan fruktosa dan glukosa di dalamnya.

Kandungan gizi yang terdapat dalam kurma antara lain karbohidrat, mineral, dan vitamin.

Karbohidrat
Karbohidrat dalam kurma terkandung dalam bentuk glukosa, sukrosa, fruktosa dan sejumlah kecil poliskadarida. Salah satu alasan kurma dianggap sebagai buah yang baik dikonsumsi adalah karena banyaknya karbohidrat yang terkandung di dalamnya. Hampir 50-60% dari seluruh kandungan buah ini merupakan gula. Persentase ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan buah lain yang hanya mengandung 20-40% gula dalam kandungan buahnya.

Gula yang terkandung dalam kurma diserap tubuh selama 45-60 menit. Ini jauh lebih lama dibanding dengan segelas air yang mengandung gula. Hal ini bisa membuat seseorang mampu menahan lapar saat berpuasa.

Dalam karbohidrat yang dimiliki kurma ini juga terkandung serat-serat kasar yang bermanfaat dalam pencegahan kesulitan buang air besar.

Selain mengandung karbohidrat, kurma juga mengandung banyak sekali jenis mineral di dalamnya. Antara lain kalium atau potasium, kalsium, fosfor, besi, dan lain-lain.

Kalium/Potasium
Telah diketahui bahwa kalium mampu mencegah stroke. Dari penelitian tentang pola makan pada 859 orang pria dan wanita berusia di atas 50 tahun di California Utara, AS, didapatkan bahwa mereka yang mengonsumsi makanan dengan asupan kalium tinggi (3500 mg per hari) hampir tak ada yang menderita stroke. Sementara mereka yang mengonsumsi sedikit kalium (1950 mg per hari) memiliki risiko terserang stroke lebih besar. Berdasarkan penelitian itu, diambil kesimpulan bahwa dengan mengonsumsi satu porsi ekstra makanan kaya kalium (minimal 400 mg setiap hari) risiko fatal stroke dapat berkurang hingga 40 persen. Untungnya dalam 100 gram kurma terdapat 666 mg kalium.

Selain mengurangi risiko terserangnya stroke, kalium juga bermanfaat dalam menjaga kestabilan tekanan darah dan melindungi pembuluh darah dari kejadian aterosklerosis atau timbulnya plak-plak yang dapat menyumbat pembuluh darah. Hal ini sangat menguntungkan para penderita hipertensi tentunya. Karena kalium ini mampu menurunkan tekanan darah yang tinggi.

Selain itu, kalium juga diperlukan untuk fungsi saraf dan kontrol otak. Kalium mampu membantu pergerakan saraf untuk mengendalikan aliran cairan dari otot dan sel-sel tubuh. Kekurangan kadar kalium mampu mengakibatkan kram otot dan detak jantung tidak teratur.

Kalsium
Dari sekian banyak mineral, kalsium merupakan mineral terbanyak dalam tubuh. Sekitar 99% kalsium terdapat dalam tulang dan gigi. Sedangkan 1% kalsium terdapat dalam darah dan jaringan lunak. Untuk memenuhi kebutuhan 1% kalsium ini, tubuh mengambilnya dari makanan yang kita makan atau dari tulang. Jika asupan kalsium yang kita makan tidak mencukupi maka, tubuh akan mengambilnya dari tulang.

Kurma sangat bermanfaat bagi wanita hamil karena kalsium yang terdapat di dalamnya berperan dalam pembentukan tulang dan gigi pada janin, bahkan juga bermanfaat untuk tulang dan gigi bagi wanita itu sendiri.

Dalam sehari, orang dewasa membutuhkan 800 mg per hari. Untuk wanita hamil justru harus lebih. Sementara kurma hanya menyumbang 52 mg dalam 100 gram buahnya. Tapi tidak masalah, karena kita sendiri juga sudah mengonsumsi kalsium yang cukup dari sayur-sayuran.

Magnesium
Magnesium dalam tubuh kita dapat kita temukan pada sel darah merah, gigi dan tulang. Dan magnesium merupakan salah satu mineral yang penting. Mineral ini berperan dalam menjaga kestabilan tekanan darah, mengurangi risiko serangan jantung dan stroke, menghindari pembekuan darah, mencegah komplikasi penyakit diabetes, dan membantu memelihara kekuatan tulang.

Selain itu, magnesium juga menjadi salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh dalam memproduksi energi, membentuk protein, membentuk DNA, dan membantu menghantarkan pesan atau informasi ke saraf.

Banyaknya magnesium dalam 100 gram kurma ternyata hampir sama dengan kadar kalsium dalam kurma, yaitu 50 mg. Tubuh kita membutuhkan magnesium sekitar 400 – 1000 mg per hari. Tetapi bukan berarti Anda harus memakan minimal delapan buah kurma setiap harinya. Asupan magnesium bisa juga kita dapatkan dari nasi merah, sayur-sayuran dan kacang-kacangan.

Fosfor
Fosfor merupakan mineral terbanyak nomor dua dalam tubuh setelah kalsium. Mineral ini ada dalam tubuh kita dalam bentuk kristal kalsium fosfat. Kira-kira 80% berada dalam tulang dan gigi. Fungsi utama fosfor ini adalah sebagai pemberi energi, pembentukan DNA, membantu penyerapan kalsium, dan menunjang kesehatan tulang dan gigi.

Bagi anak-anak fosfor bisa berguna sebagai pendukung pertumbuhannya. Anak di bawah satu tahun membutuhkan sekitar 100 – 300 mg per hari, sedangkan anak-anak 1 – 10 membutuhkan 700 – 1000 mg per hari. Sementara orang dewasa 1000 – 1300 mg per hari.

Dalam 100 gram kurma, terdapat 63 mg fosfor.

Mineral lain
Mineral-mineral lain yang terkandung dalam kurma antara lain besi, natrium atau sodium, tembaga, mangan, kobalt, dan yodium. Tentunya masing-masing mineral ini memiliki manfaat-manfaat tersendiri. Misalnya besi dalam pembentukan hemoglobin. Menariknya kandungan besi dalam 100 gram kurma dapat memenuhi kebutuhan besi dalam satu hari. Terkadang buah kurma lebih dipilih dibanding tablet suplemen zat besi, mengingat banyaknya efek samping akibat konsumsi tablet suplemen zat besi seperti mual, sakit kepala dan hilang nafsu makan.

Vitamin
Vitamin-vitamin yang terkandung dalam buah kurma antara lain vitamin B1 (thiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niacin), biotin, asam folat, vitamin C (asam askorbat), pro-vitamin A (beta-carotene), nicotinamide, retinol equivalent, asam pantotenat, dan vitamin B6.

Vitamin A dalam 100 mg ada sekitar 90 IU (international unit) bermanfaat untuk kesehatan mata, pertumbuhan dan perkembangan janin, dan kesehatan sel reproduksi. Mengingat kita membutuhkan vitamin A sekitar 5000 IU per hari, maka tidak ada salahnya jika memilih kurma sebagai salah satu sumber vitamin A kita saat berpuasa.

Selain vitamin A, vitamin yang diandalkan dari buah kurma adalah vitamin B1, B2, dan C. Vitamin B1 berfungsi untuk mencegah kerusakan saraf, membantu sel untuk membentuk energi dan lain-lain. Sementara vitamin B2 berperan dalam mempertahankan kesehatan kulit dan rambut, dan sangat dibutuhkan saat proses metabolisme tubuh.

Vitamin C bersifat sebagai antioksidan. Tubuh membutuhkan paling sedikit 60-90 mg per hari. Jika kita mengonsumsi vitamin C secara berlebih maka sisanya akan dibuang melalui air urin. Manfaat vitamin C bagi tubuh sangat banyak. Bahkan vitamin C memiliki lebih dari 300 fungsi metabolik dalam tubuh. Beberapa manfaat penting dari vitamin C antara lain meningkatkan kekebalan tubuh, memperbaiki sel dan jaringan tubuh yang rusak akibat radikal bebas, merawat kulit dan lain-lain.

ditulis oleh: Samuel Pola Karta Sembiring

Share on Facebook: Share