Anda Terkena Penyakit Hodgkin? Segera Cegah Komplikasinya!

Artikel Klinis, Hematologi

Hodgkin merupakan salah satu jenis keganasan yang dapat disembuhkan dengan radiasi atau kemoterapi. Sampai saat ini sudah banyak penderita Hodgkin baik itu anak-anak maupun dewasa yang sembuh setelah diterapi. Namun banyak komplikasi dari Hodgkin ini diakibatkan oleh terapi sendiri. Mengapa demikian?

Sebelum pertanyaan ini terjawab Anda harus tahu dahulu apa itu penyakit Hodgkin sebenarnya!

APA ITU PENYAKIT HODGKIN?
Hodgkin merupakan salah satu tipe penyakit limfoma (tipe yang lain adalah Non-Hodgkin). Nama penyakit ini diberikan setelah Thomas Hodgkin berhasil mendeskripsikan abnormalitas pada sistem lymph pada tahun 1832. Penyakit Hodgkin dan Non-Hodgkin sebenarnya hampir sama, yang membedakan hanyalah sel Reed-Sternberg (R-S). Pada penyakit Hodgkin ditemukan sel Reed-Sternberg (R-S) ini sedangkan pada penyakit Non-Hodgkin tidak ada. Namun kasus penyakit Non-Hodgkin lebih sering ditemukan disbanding dengan kasus penyakit Hodgkin.

Menurut konferensi Rye di New York tahun 1966, hodgkin dibagi atas empat tipe, yaitu:
-tipe Lymphocyte Predominance: hanya ada sedikit Sel R-S. Tipe ini hanya sekitar 5% dari keseluruhan kasus Hodgkin.
-tipe Mixed Cellularity: Kasus ini mencakup 30% dari kasus Hodgkin. Jumlah sel R-S sudah sama banyaknya dengan sel limfosit.
-tipe Lymphocyte Depleted: Pada tipe ini jumlah sel R-S lebih banyak dibanding sel limfosit dan kasus ini hanya kurang dari 5% dari kasus hodgkin.
-tipe Nodular Sclerosis: tipe ini sering dijumpai, kira-kira 40-69% dari seluruh kasus Hodgkin. Sel R-S sudah sangat banyak.

Penyakit hodgkin memiliki 4 stadium. Dalam menentukan stadiumnya perlu diperhatikan lokasi pembengkakan kelenjar getah beningnya.
Stadium I: terlibatnya satu area kelenjar getah bening atau keterlibatan 1 organ ekstralimfatik (diluar limpa).
Stadium II: terlibatnya lebih dari dua area kelenjar getah bening atau keterlibatan 1 organ ekstralimfatik (diluar limpa).
Stadium III: terlibatnya area kelenjar getah bening pada kedua sisi diafragma.
Stadium IIIa: dengan atau tanpa keterlibatan kelenjar getah bening splenik, hilar, seliak atau portal.
Stadium IIIb: dengan keterlibatan kelenjar getah bening paraaorta, iliaka dan mesentrika.
Stadium IV: Keterlibatan difus/diseminata pada 1 atau lebih organ ekstranodal atau jaringan dengan atau tanpa keterlibatan kelenjar getah bening.

Pria lebih banyak menderita penyakit ini dibanding wanita. Perbandingannya kira-kira 1,3-1,4 berbanding 1. Dan biasanya penderita Hodgkin ini berumur 15-34 tahun atau lebih dari 55 tahun.

APA SAJA YANG MENJADI TANDA DAN GEJALA PENYAKIT HODGKIN?
Tanda dan gejala yang sering dialami oleh penderita penyakit Hodgkin adalah gejala B (symptoms B) antara lain demam (380C atau lebih), berkeringan di malam hari, dan berat badan menurun setelah beberapa bulan. Gejala lainnya yang juga tidak jarang terjadi diantaranya membengkaknya kelenjar getah bening yang tidak nyeri, batuk, nafas pendek, gatal-gatal, dan pembesaran hati dan limpa.

Gejala yang paling sering disadari oleh si penderita adalah pembengkakan kelenjar getah bening yang ada dileher dan di dekat ketiak.

APA YANG MENYEBABKAN PENYAKIT INI TERJADI?
Penyebab penyakit Hodgkin masih belum dapat dipastikan. Namun ada beberapa faktor yang mungkin berkaitan dengan penyakit ini. Berikut ini adalah hal-hal yang memiliki kaitan dengan penyakit Hodgkin.
?Adanya kemungkinan penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus Epstein-Barr. Sebab beberapa dari penderita Hodgkin diketahui telah terinfeksi virus ini.
?Orang-orang yang telah terinfeksi HIV, biasanya cenderung lebih mudah menderita penyakit Hodgkin.
?Orang-orang yang menerima terapi obat imunosupresan setelah transplantasi orang juga berpeluang menderita penyakit ini.

TERAPI APA YANG TEPAT UNTUK PENYAKIT HODGKIN?
Terapi dilakukan berdasarkan derajat penyakit dan histopatologiknya. Terapi yang biasa dilakukan adalah radioterapi atau kemoterapi.

-Radioterapi
Pasien Hodgkin derajat I dan II dapat menjalani radioterapi ini tanpa harus dikombinasi dengan terapi lain. Dosis yang diberikan umumnya 4000 rads.
Untuk derajat I, yang menjadi radiation port-nya antara lain leher, supraclavicular, ketiak, dan upper mediastinal nodes. Radiation port¬ untuk Hodgkin derajat II (diafragma atas) meliputi, leher, supraclavicular, aksila, dan mediastinal nodes, high periaortic nodes, dan splenic pedicle nodes. Sedangkan untuk Hodgkin derajat II (diafragma bawah) melalui inverted Y port yang meliputi inguinal, iliac, periaortic dan splenic pedicle nodes.
Khusus untuk Hodgkin derajat III dibedakan. Derajat IIIa diterapi dengan radioterapi sedangkan derajat IIIb diterapi dengan kemoterapi. (Di sumber lain disebutkan bahwa terapi Hodgkin derajat III tidak dibedakan melainkan diterapi dengan terapi yang sama yaitu kemoterapi).

-Kemoterapi
Kemoterapi kombinasi dapat menjadi pilihan kuratif pada banyak pasien Hodgkin. Dan umumnya sangat baik diberikan pada Hodgkin derajat IIIb dan IV.
Kemoterapi multiagen yang biasanya menjadi pilihan adalah MOPP yang diantaranya: Mustargen, Oncovin, Procarbazine, dan Prednison.
Keempat regimen di atas digolongkan dalam program MOPP. Dan sampai saat ini program ini masih dipakai untuk penanganan Hodgkin dengan derajat penyakit yang berat.

Pengobatan alternatif lain adalah regimen ABVD (Adriamycin, Bleomycin, Vincristine, dan Dacarbazine) atau BCVPP (Bischorethylnitrosourea, Cyclophosphamide, Vinblastine, Prednison, dan Procarabine). Kedua pengobatan alternatif tersebut memiliki efikasi yang sama dengan MOPP. Bedanya MOPP memiliki toksisitas jangka panjang yang lebih tinggi dibanding ABVD dan BVCVPP.

-Stem Cell Transplantation
Stem cell transplantation atau transplantasi sel induk merupakan prosedur bedah dengan mengganti sel-sel tubuh yang rusak pada pasien dengan menyuntikkan sel yang telah dikemas kepada tubuh pasien. Sel-sel induk penderita terlebih dahulu akan diambil untuk dibekukan dan disimpan.

Kesimpulannya pengobatan untuk Hodgkin ini bisa dengan kemoterapi, radioterapi atau bisa juga transplantasi sel induk, tetapi harus dengan pertimbangan umur penderita, jenis kelamin dan tingkat keparahan atau stadium Hodgkin yang diderita.

APA SAJA KOMPLIKASI DARI HODGKIN?
Sebagian besar komplikasi dari penyakit Hodgkin dikarenakan terapi yang diberikan pada pasien. Diantaranya:
-hipotiroid. Komplikasi ini terjadi setelah dada dan leher diradiasi. Sekitar 50% penderita Hodgkin mendapat komplikasi ini.
-komplikasi jantung dan paru-paru. Tergantung seberapa banyak dosis kumulatif dari antrasiklin (berdampak pada jantung), bleomycin (berdampak pada paru-paru), dan dosis radiasi yang diberikan pada radioterapi.
-wanita dan khususnya pria lebih berpeluang besar menjadi infertil jika mendapat regimen dengan dosis alkylator yang tinggi.
-Sekitar 30% pasien yang sembuh dari penyakit Hodgkin ini mendapat malignansi sekunder setelah 30 tahun kemudian. Malignansi sekunder yang biasa didapat antara lain kanker tiroid, kanker kulit, dan kanker payudara.
-20 tahun sesudah didiagnosis menderita hodgkin, banyak penderita penyakit ini meninggal akibat terapi dibanding penyakit Hodgkin sendiri.

APA SAJA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH HODGKIN?
Pencegahan yang bisa dilakukan untuk penyakit Hodgkin pun sebenarnya masih belum jelas sebab penyebabnya belum dapat dipastikan. Namun ada beberapa hal yang bisa dijadikan pencegahan bagi penderita Hodgkin agar tidak mendapat komplikasi.

Pencegahan yang dimaksud antara lain:
-sebisa mungkin mengonsumsi obat-obat sesuai dengan resep dokter saja untuk menghindari dosis berlebih dari obat-obat seperti antrasiklin ataupun bleomycin.
-bagi pasien pria tidak ada salahnya untuk menyimpan spermanya di bank sperma untuk menghindari adanya kemungkinan menjadi infertil setelah diterapi dengan obat-obat yang mengandung agen alkylator.

SUMBER REFERENSI:
?Bakta, I Made, Prof. Dr. “Hematologi Klinik Ringkas”. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 2006: 192 – 201.
?Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. “Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam”. Penerbitan IPD FKUI Pusat. Jakarta. 2007: 725 – 727.
?Dessain, Scott K. MD. PhD. (December 2009). “Hodgkin Disease” in Hematology. Http://www.emedicine.com
?Alarcon, Pedro A. MD. (December 2008). “Hodgkin Disease” in Oncology. http://www.emedicine.com

Samuel Pola Karta Sembiring
FK Universitas Sumatera Utara
Karta_morphic@yahoo.co.id
http://www.morphostlab.com

[Diperbaharui kembali 4 Agustus 2011]



Comments

  1. saya baru tau tentang penyakit ini,. itu pun karena ada tugas kuliah dari dosen… ternyata ada juga jenis penyakit berbahaya seperti ini.. terima kasih untuk artikel dan ilmunya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Spam Protection by WP-SpamFree