1268-2496Ada ruam kupu-kupu pada wajah anda? Waspadai Lupus Erythematosus!

APA ITU LUPUS ERYTHEMATOSUS?
Lupus Erythematosus adalah penyakit yang melibatkan sistem imun tubuh yang ditandai dengan adanya produksi antibodi terhadap komponen-komponen inti sel tubuh. Penyakit ini disebut juga Systemic Lupus Erythematosus (selanjutnya disingkat menjadi SLE).

SLE juga termasuk penyakit reumatik yang cukup banyak dibahas di dunia. Kebanyakan penyakit ini diderita oleh wanita. Perbandingan antara pria dan wanita sekitar 1:5.

Ada beberapa ras tertentu yang sering mengidap SLE, antara lain bangsa negro, Cina dan mungkin juga Filipina. Dan SLE ini ditemukan pada semua usia, namun kasus yang sering didapati sekitar berumur 15 – 40 tahun.

APA SAJA YANG MENJADI TANDA DAN GEJALA “SLE”?
Tanda yang paling sering dikenal pada SLE adalah munculnya ruam merah pada wajah yang mirip dengan kupu-kupu. Biasanya jika telah ditemukan kasus pasien dengan tanda seperti itu, kemungkinan besar pasien tersebut menderita SLE.

Tanda atau gejala lainnya dari SLE telah dinyatakan oleh “American College of Rheumatology” yaitu 11 kriteria untuk klasifikasi SLE. Kesebelas kriteria tersebut antara lain:
-Ruam malar
-Ruam diskoid
-Fotosensitivitas (sensitivitas pada cahaya)
-Ulserasi (semacam luka) di mulut atau nasofaring
-Artritis
-Serositis (radang membran serosa), yaitu pleuritis (radang pleura) atau perikarditis (radang perikardium)
-Kelainan ginjal, yaitu proteinuria (adanya protein pada urin) persisten >0.5 gr/hari
-Kelainan neurologik, yaitu kejang-kejang
-Kelainan hematologik, yaitu anemia hemolitik atau leukopenia
-kelainan imunologik, yaitu ditemukan adanya sel LE positif atau anti DNA positif
-adanya antibodi antinuklear.
Selain itu, gejala atau tanda lainnya yang sering ditemukan antara lain penurunan berat badan, demam, dan kelainan tulang seperti pada arthritis.

APA SAJA PENYEBAB DARI PENYAKIT INI?
Hampir semua manifestasi klinik Lupus Erythematosus disebabkan karena efek dari kompleks imun di berbagai jaringan ataupun efek langsung antibodi pada komponen permukaan sel.
Penyebab Lupus Erythematosus ada banyak, diantaranya:
-Menurunnya aktivitas sel T supressor dan T sitotoksik
-Sel T helper meningkat
-Berkurangnya toleransi imun (hal ini sudah diuji pada hewan coba).
-Fotosensitivitas atau cahaya dari matahari mampu memicu aktifnya kembali SLE pada penderita SLE.
-adanya hormon estrogen dianggap menjadi salah satu faktor pada SLE.
Diduga juga bahwa penyakit ini bisa dituru”nkan dari ibu ke anak. Jika seorang ibu menderita SLE, 2.5% kemungkinan anak perempuannya menderita SLE sedangkan peluang untuk anak laki-lakinya sekitar 0.4%.

Selain itu obat-obatan juga dapat memicu terjadinya SLE. Atau biasa disebut “Drug-induced SLE” (SLE terinduksi obat). Umumnya terjadi akibat efek samping dari obat-obat:
-hydralazine (Apresoline) untuk tekanan darah tinggi
-quinidine (quinidine sulfate, quinidine gluconate)
-procainamide (Pronestyl) untuk abnormal heart rhythms
-phenytoin (Dilantin) untuk epilepsi
-isoniazid (Nydrazid, Laniazid) untuk tuberculosis
-d-penicillanmine untuk rheumatoid arthritis
Walau obat-obat ini dapat menginduksi terjadinya SLE, namun kasus kejadian SLE akibat induksi obat ini cukup jarang.

TERAPI APA YANG TEPAT UNTUK PENYAKIT “SLE”?
Terapi dilakukan berdasarkan tingkat keparahan SLE dan sistem tubuh yang mana yang terlibat. Pasien SLE dengan nyeri sendi biasanya dianjurkan untuk mengonsumsi obat acetaminophen atau ibuprofen untuk mengatasi rasa nyeri.

Obat lain yang sering digunakan adalah obat antimalarial. Pada pasien SLE, obat ini berfungsi untuk mencegah dan mengobati malaria (demam). Dan juga didapati bahwa obat antimalarial juga membantu mengobati SLE. Selain itu Obat antimalarial juga bermanfaat untuk ruam pada kulit dan nyeri pada sendi.

Tambahan lain untuk penderita SLE adalah vitamin D suplemen. Sebab pasien SLE sangat dianjurkan untuk menghindari cahaya matahari. Itu sebabnya untuk menghindari kerapuhan tulang pasien SLE diberikan vitamin D suplemen.

Sebenarnya hampir belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan SLE. Yang ada hanya obat yang mengobati gejala-gejala SLE saja. Setidaknya pasien SLE mampu bertahan hidup.

APA SAJA KOMPLIKASI DARI “SLE”?
Yang menjadi komplikasi SLE antara lain:
-vaskulitis (radang pembuluh)
-perikarditis
-myokarditis
-anemia hemolitik
-intravaskular trombosis
Glukokortikoid disebut juga sebagai salah satu pilihan obat untuk pasien SLE. Namun, obat ini bisa juga memperburuk kondisi SLE jika diberikan dengan dosis yang tinggi.

APA SAJA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH “SLE”?
Penderita SLE sebenarnya bisa hidup dengan normal asalkan mampu mencegah atau melindungi diri dari penyebab atau pemicu SLE. Hal-hal yang bisa dilakukan antara lain:
-Hindari sinar matahari berlebih. Jika keluar rumah pada siang hari biasakan untuk pakai payung atau topi. Pakaian yang dianjurkan adalah pakaian lengan panjang. Bagi anda yang pekerja kantor hindari sinar matahari dari jendela.
-Cukup istirahat dan hindari kegiatan yang terlalu sibuk juga bermanfaat.
-Makan makanan sehat dan berolahraga secara teratur.
-Hindari infeksi misalnya infeksi dari tato atau infeksi lainnya. Karena sebagian besar obat untuk SLE menekan sistem imun, sehingga sangat diharapkan agar penderita SLE untuk menghindari infeksi.
-bagi remaja perempuan sangat dianjurkan untuk tidak mengonsumsi obat-obatan yang mengandung hormon estrogen.

SUMBER REFERENSI:
-Leber, Mark J, MD, MPH, FACEP (October 2009). “Systemic Lupus Erythematosus”, http://www.emedicine.com
-Burch, Joanna M, MD. “Neonatal Lupus Erythematosus”, http://www.emedicine.com- Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. “Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam”. Penerbitan IPD FKUI Pusat. Jakarta. 2007: 1214 – 1221.

Samuel Pola Karta Sembiring
FK Universitas Sumatera Utara
Karta_morphic@yahoo.co.id
http://www.morphostlab.com

Pertama kali dipublish: 8 Juli 2010 pada 15:25

Kata kunci yang merujuk pada halaman ini:
ruam, ruam merah di wajah